[infoRPI]Wisma Padepokan Bukit Kehidupan

Wisma ?

Kenapa ada kata wisma di wordpress ini ??

Tentunya karena RPI FASILKOM UI 2009 tidak lama lagi, dan sesuai dengan judul tulisan ini, RPI akan diadakan di Wisma Padepokan Bukit Kehidupan, Ciawi pada tanggal 2 – 4 oktober 2009.

Ada aula tentunya, ada tempat makan, ada tempat PingPong, ruang terbuka yang luas.

Untuk masalah makan, disediakan makanan yang cukup ^^.

Tempatnya dekat dengan gunung geulis.

Tema RPI kali ini adalah : Just As I am. ( 1 Korintus 15:10 )

Padepokan Bukit Kehidupan didirikan pada tahun 1998 yang diprakarsai oleh Pastor Sandharma Akbar, Pr. Pembangunan Padepokan ini bertujuan untuk menyediakan tempat yang tepat dan hening untuk kegiatan retret,rekoleksi atau tempat peristirahatan. Kata Padepokan yang berarti “tempat menimba ilmu” diharapkan benar – benar dapat menjadi tempat yang berguna bagi kita untuk dapat menimba ilmu dalam mengenal lebih dalam kepada Sang Pencipta.

Lokasi Padepokan sangat mudah dicapai,seperti misalnya dari Jakarta. Lokasi ini dapat ditempuh dengan waktu yang tidak lama. Dengan menggunakan 2 akses yakni melalui exit tol Gadog / Ciawi atau melewati Komplek Bukit Pelangi ( Exit tol Sentul Selatan ) menjadikan lokasi ini memudahkan untuk dijangkau.

Padepokan Bukit Kehidupan terletak di perbukitan indah gunung Geulis, Bogor. Pemandangan lereng bukit – bukit,sungai,sawah dan udara yang sejuk membuat tempat ini benar – benar cocok untuk merefleksikan diri kepada Sang Pencipta.

Saat ini telah tersedia fasilitas ruang pertemuan yang dilengkapi peralatan yang dapat menunjang kelancaran acara. ( Whiteboard,Screen,In Focus,Wireless,dll. ). Ruang Makan Bersama yang tertata rapi dapat menciptakan suasana keakraban dan kekeluargaan di dalamnya. Padepokan juga memiliki tempat doa yang sangat mendukung kita untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya seperti Kapel,Gua Maria,dan Stage Jalan Salib. Selain itu kami juga memiliki kamar tidur yang dapat menampung lebih dari 200 orang,tempat bermain yang nyaman,serta halaman parkir yang luas.
sumber: http://www.berkat-online.web.id/newweb/index.php?pilih=hal&id=9

Iklan

Murder no more.

Bersyukur kepada Allah yang memberikan kita kehidupan!
Tapi kalau hanya hidup karena hari bukan karena arti, monyet juga hidup, coro juga hidup (tanpa bermaksud menghina salah satu ciptaan Allah).
Semua makhluk hidup, hidup bersama-sama. Saling berinteraksi dalam ekosistem sehingga menciptakan rantai makanan, simbiosis dan hal lainnya.
Lalu manusia harus hidup bagaimana biar tidak sama dengan monyet ataupun coro?

Allah memberikan manual untuk mengoperasikan hidup ini agar running secara optimal.
Pada jaman perjanjian lama, Allah memberikan manusia 10 hukum yang dituliskan pada 2 loh batu yang isinya adalah 10 poin penting dalam menjalin hubungan vertikal antara kita dan Allah dan hubungan horizontal antara aku dan kamu dan mereka.
Yah kira-kira begitulah bentuk manual tersebut pada mulanya sehingga sampai sekarang kita diberikan Allah manual yang lengkap yang kita sebut Alkitab.

Jika manusia melakukan manual tersebut dengan sungguh-sungguh, alhasil kehidupan manusia akan maksimal.

Dalam ibadah minggu (kemarin) diingatkan dengan sesuatu yang tidak baru. yaitu hukum ke-6

Jangan membunuh. (KELUARAN 20:13)

Jika yang Allah maksudkan adalah menghabisi nyawa seseorang, maka gw sudah termasuk lulus karena belum pernah membunuh orang lain.
Tetapi menghabisi nyawa orang lain bukanlah satu-satunya cara membunuh.

Karena ketika Allah memberikan kita hidup, bukan hanya nyawa.
Tetapi coba bayangkan apabila kita diberikan Allah nyawa tanpa diperbolehkan untuk mencari dan membuat pilihan apalagi memutuskan sesuatu. Punya nyawa tapi tidak punya kemampuan mencari pasangan nyawa sendiri.

IMO, nyawa adalah main thread dari hidup.
Dalam artian bahwa jika nyawa ini mati (exit), maka seluruh atribut kehidupan pun mati.
Jika hidup gw ini diibaratkan sebuah thread yang sedang berjalan (hidupku.exe) , maka dengan memanggil fungsi kill, hidup pun berakhir (exit).
Tapi dengan menutup semua akses sehingga thread ini tidak berguna, maka lebih baik thread itu mati.
AHAHA lucu juga mengibaratkan hidup ini sebagai sebuah thread ;p

Ada cara lain untuk mengambil alih kehidupan orang lain?
Pernah dengar istilah character assassination?
Melakukan pembunuhan karakter juga termasuk melanggar hukum ke-6.
Meniadakan hak dan kebebasan orang lain adalah juga pembunuhan yang dimaksudkan dalam hukum ke-6.
Karena dengan membunuh karakter, meniadakan hak dan mengatur kebebasan orang lain. sama saja dengan mengambil alih kehidupannya.
(jadi kurang suka dengan istilah managing people, mungkin lebih baik managing relationship)

Bunuh diri juga melanggar hukum ke-6
Berhentilah membunuh diri sendiri dengan berbagai macam penghakiman.
Hargailah hidup yang Allah telah anugerahkan dan operasikanlah hidup kita secara maksimal dengan membaca manual yang ia berikan dan manual itu kita sebut Alkitab. Mari membaca Alkitab, stop bunuh diri.