Bersandar pada Allah

11 Maret 2011

Bersandar pada Allah:

Daud

Mazmur 5

1. Jika kita berada dalam keadaan memiliki banyak masalah, apa yang kita lakukan? (bandingkan              dengan sikap Daud)

Bandingkan dengan sikap Daud, yaitu bertekun dalam doa dan bersandar pada Allah walau dalam keadaan tertekan.

2. a.Apa saja yang diminta Daud dalam doanya?

 Meminta Allah mendengar doanya.

b. Apa inti permohonan Daud? (bnd Ay. 9 dan 11)

Tuntunan dan petunjuk Tuhan (ay.9) dan meminta menyerahkan musuh-musuhnya kepada Allah (ay 11).

c. Apa yang Daud yakini pada akhir doanya? (band Ay. 12 dan 13)

(7) Orang yang belindung pada Allah akan bersukacita karena perlindungan dan kemenangan dari Allah, Allah memberi berkat, dan Allah menjadi perisai pelindungan.

3. Psalm 5:3, “In the morning, O LORD, you hear my voice; in the morning I lay my request before you and wait in expectation”. Sesuai dengan ayat diatas, apa yang membuat Daud menunggu-nunggu dengan yakin (wait in expectation)? (bnd Mazmur 5: 5-7, 12-13, 1 Samuel 17:37)

Yang membuat Daud menunggu dengan yakin adalah:

– Daud mengenal Allah dengan baik. (5-7)

– Daud adalah orang yang berlindung pada Allah, dan Daud mengetahui bahwa Allah akan memberikan pelindungan dan berkat pada orang yang berlindung pada-Nya. (12-13)

– Allah sudah pernah memberi Daud pelindungan dari mara bahaya. (1 Samuel 17:37)

– Pengalaman-pengalaman Daud sebelumnya yang membuahkan keyakinan yang dinyatakannya pada Mazmur (38:10, 138:18, 85:9)

4. Dalam ayat-ayat pada Mazmur 5, tampak bahwa Daud sangat mengenal Allah.

a. Bagaimana pengertian Daud akan penghukuman atas musuh-musuhnya? (bnd Ay. 5-7)

Observasi ayat 5-7. Yang menyatakan Allah membenci kefasikan/kemunafikan, pembual, pembohong, penumpah darah (pembunuh), penipu dan akan membinasakannya.

b. Bagaimana pengertian tersebut mempengaruhi Daud menghadapi musuh? (bnd Ay. 11)

Daud menyerahkan musuh-musuhnya kepada Allah, karena ia mengerti bahwa sebenarnya musuhnya memberontak pada Allah karena dosa (Ay.11), dan hanya Allah yang berhak dan sanggup memberi penghukuman. Karena itu Daud berdoa bagi musuhnya agar Allah menghadapinya dan musuhnya bangkit dari dosa dan kembali kepada Allah.

5. Aspek apa dari doa Daud dalam perikop ini yang menjadi contoh yang sangat menolong bagi kita saat berdoa dalam tekanan?

Kedisiplinan Daud dalam kehidupan doanya, Kedekatan Daud dengan Allah dalam doanya, Kerendahan hati Daud, bahwa ia sadar hanya Allah yang mampu menolongnya sehingga Daud meminta pertolongan, Daud berdoa dengan yakin, sungguh-sungguh, dan penuh iman.

Daud mengajarkan cara berdoa dalam tekanan. Ia tetap berdoa pada Allah dengan tenang dan intim bahkan lebih dekat walau pada kondisi tertekan.Allah mengijinkan penderitaan terjadi agar kita dapat berdoa pada-Nya bagi musuh-musuh kita sehingga Allah dapat menyatakan kuasa-Nya.Penderitaan juga bisa merupakan pengajaran dari Allah agar kita sebagai umat-Nya bertumbuh (Roma 5: 3-5)

6. Daud sangat jelas memulai harinya dengan berdoa (bnd Ay.4). Apa keuntungan dari pola ini?

 Berdoa dalam keadaan segar dan fokus 100% kepada doa, Meminta Tuhan untuk memimpin hari yang akan dihadapi, Daud memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan dan memiliki relasi yang dekat dengan Allah, Daud tahu kehendak Tuhan dan mempunyai hidup berkemenangan (ayat 9)

Mari komitmen yang telah kita ambil dalam PA kali ini dijalankan dengan sungguh-sungguh ya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s