SAAT TEDUH

  25 Februari 2011

Yosua 1: 1-9

Perikop ini berisi tentang pesan dan janji-janji Tuhan kepada Yosua ketika Yosua baru saja diangkat menjadi pemimpin atas bangsa Israel menggantikan Musa.

Pesan-pesan Tuhan kepada Yosua :

  1. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Tuhan meminta Yosua untuk selalu teguh dan kuat dalam menanti penggenapan janji Tuhan (merebut tanah Kanaan)
  2. Perkatakan firman siang dan malam.

 

Kehidupan bangsa Israel saat dipimpin oleh Yosua (kehidupan berperang) juga dapat dianalogikan seperti kehidupan rohani kita saat ini. Saat ini kita sedang berperang melawan iblis. Brebeda dengan kebanyakan analofi yang ada selama ini (dan salah) yaitu memanfaatkan Tuhan hanya untuk menolong kita.

Efesus 6:10-20

Adapun perlengkapan yang dibutuhkan untuk berperang ialah :

  1. Peralatan untuk bertahan (defense) yaitu iman sebagai perisai.
  2. Perlatan untuk menyerang (attack) yaitu firmn Tuhan sebagai pedang roh.

    Firman Tuhan adalah senajata kita untuk menyerang iblis. Ingat, iblis juga jago firman Tuhan (mat 4:1-11), makanya kita juga harus lebih jago firman Tuhan dengan cara banyak membaca dan merenungkan firman Tuhan.

 

Begitu juga halnya dengan saat teduh, saat teduh berguna sebagai alat pertahanan (defense) dan sebagai media mempersiapkan senjata untuk berperang (attack).

DEFENSE

Senjata untuk bertahan ialah iman. Iman berguna untuk menyelamatkan dan bertumbuh dalam kerohanian.

Cara bertumbuh dalam kerohanian :

  • Percaya dengan iman
  • Dari firman Tuhan yang direnungkan siang dan malam. Direnungkan siang dan malam maksudnya ialah direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kerohanian yang bertumbuh dapat dilihat juga dari cara seseorang mendefinisikan sukses dengan benar. Sukses ialah mengetahui kehendak Tuhan dan berhasil menggenapinya. Bagaimana cara mengetahui kehendak Tuhan dalam kehidupan kita jika kita tidak pernah saat teduh???

Setan pun ketika ingin melakukan sesuatu tanya Tuhan dulu (kisah Ayub, iblis minta ijin kepada Tuhan ketika ingin mencobai Ayub). Bagimana dengan kita???

ATTACK

Di dalam saat teduh kita membaca dan merenungkan firman Tuhan. Hal ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi iblis. Selain itu, indikator lain dalam peperangan melawan iblis juga bisa dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita berhasil mempengaruhi lingkungan sekitar kita dengan firman yang kita baca dan renungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s