Hidup dalam Persekutuan

PJ 12 Maret 2010

Pembicara: Kak Erlin

Tema: Hidup dalam Persekutuan

“Hidup dalam Persekutuan”

Secara natur, manusia diciptakan secara berpasangan. Pasangan merupakan teman bersekutu yang paling intim. (Kej 2: 15 & 18). Persekutuan secara garis besar terdiri atas dua hal:

  1. Persekutuan dengan Tuhan
  2. Persekutuan dengan sesama manusia

Persekutuan dengan Tuhan inilah yang menjadi inti hidup kita. Ketika memiliki persekutuan yang baik dengan Tuhan, persekutuan dengan manusia pun akan menjadi baik. Namun ketika persekutuan dengan Tuhan saja sudah tidak baik, maka hubungan dengan sesama manusia pun akan menjadi rusak / tidak baik.

Roma 12:16, mengajarkan kita untuk menjadi sehati sepikir dalam persekutuan, sampai nantinya memiliki satu tujuan, yaitu memuliakan nama Tuhan. Konteks ayat ini secara lebih dalam ialah bukan sekadar hidup bersama tanpa tujuan. Dikatakan jangan menganggap diri pandai, berarti sebagai manusia, kita tidak boleh menganggap diri hebat, mampu, hingga tidak membutuhkan Tuhan, ini sama saja dengan kafir!

Untuk memulai hidup bersekutu, dapat dimulai dari langkah-langkah kecil saja:

  1. Mengenal. Bukan hanya sekedar tahu nama, tahu wajah, tetapi memiliki pengetahuan, siapakah dia, disini perlu juga mengalami persekutuan pribadi dengan Tuhan.
  2. Tolong-menolong. Tindak yang lebih jauh dan lebih dalam lagi setelah kita mengenal sesama, yaitu memahami apa yang sedang diperlukan hingga wujud aplikasi kita ialah tolong-menolong dalam kasih.

Dalam sebuah persekutuan, Allah mencurahkan berkat-Nya atas setiap kita. Apakah berkat Allah itu?

  1. Efesus 4:16. Ada pertumbuhan rohani dalam persekutuan. Melalui Firman Tuhan yang diperoleh lewat sesama inilah terjadi petumbuhan bagi tiap-tiap anggotanya.
  2. Roma 15:1. Saling menguatkan di dalam persekutuan. Yang kuat menanggung yang lemah dalam anugerah-Nya. Tidak ada yang dominan, tidak ada yang paling kuat, semua sebagai sesama bisa jatuh secara rohani, di sinilah peranan persekutuan, lewat KK, PJ, PD, saling menguatkan dan saling menolong.
  3. Roma 15:6. Satu hati, satu suara, memuliakan Allah dan Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus.
  4. Kejadian 2:18. Adalah baik menurut Tuhan jika manusia yang diciptakan-Nya hidup berteman. Sebagai anggota tubuh Allah, pastinya kita membutuhkan orang lain. Maka itu janganlah menjadi Anak Setan, melainkan hidup bergaul yang benar di mata Tuhan.

Sebagai aplikasinya, yang dapat kita lakukan ialah:

  1. Bagi orang-orang yang introvert, yang tidak menyukai persekutuan, marilah, mulailah berubah. Buatlah diri dan hidup kita semakin hari semakin bagus, semakin manis di hadapan Allah, Tuhan kita.
  2. Lebih tulus dan lebih mau lagi berinteraksi dengan sesama. Jangan gengsi untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Untuk mengenal, perlu dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Jangan malas untuk memulai pembicaraan.
  3. Lebih rajin lagi hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan PJ & KK. Prioritaskanlah segala hal yang berkaitan dengan Tuhan.

– GOD BLESS YOU –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s