Garam dan Terang

Jadi pengen nulis ini sejak nonton suatu film seri yg di dalamnya ada quote seperti ini:

A: “The world doesn’t work this way.

B: “So, change the world!

Biar nggak bingung, intinya karakter B ingin menolong karakter A (nama disamarkan :D), tapi karakter A dan B itu belum saling kenal. Nah, dari awalnya si karakter A nggak percaya bahwa B mau menolong dengan tulus. A mungkin menganggap B punya maksud yang kurang baik. Nah, di akhir episode itu, terbukti bahwa B benar-benar menolong A dengan bentuk pertolongan yang luar biasa, padahal A tidak melakukan apa-apa buat pantas mendapat pertolongan B (banyak A-B-A-B nih). Nah, di situ quote itu diucapkan. A kaget dan mengatakan bahwa dunia ini tidak bekerja seperti itu. A punya pandangan yang skeptis bahwa tidak ada lagi orang yang benar-benar tulus mau menolong orang lain di dunia yang semakin rusak. Tapi, B menjawab dengan suatu kalimat yang membuat saya merenung: “so, change the world!“.

Percakapan ini membuat saya mengingat tulisan rasul Paulus dalam Roma 12:2 dan perkataan Tuhan Yesus yang diucapkan-Nya pada rangkaian khotbah di bukit, yang tertulis di Matius 5:13-16. Kita sebagai orang Kristen dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai “garam dunia” dan “terang dunia”. Di tengah-tengah dunia yang semakin membusuk, kita sebagai garam harus berfungsi menahan kebusukan itu. Di tengah-tengah dunia yang gelap, kita sebagai terang harus berfungsi menerangi kegelapan itu.

Ini menjadi bahan perenungan buat kita semua, apakah selama ini kita sudah menjalankan fungsi kita sebagai garam dan terang dunia? Atau malah kita menjadi semakin serupa dengan dunia ini sehingga kebusukan itu terus menggerogoti dunia ini karena garamnya tidak berfungsi dan kegelapan terus mencengkram dunia ini karena terang itu tersembunyi!?

Apakah kita akan bersikap seperti si karakter A yang diam saja melihat dunia semakin rusak, atau seperti karakter B yang menjawab dengan statement change the world! saat melihat dunia semakin rusak?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom. 12:2)

-Soli Deo Gloria-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s