Mengenal Allah

PJ 24 Oktober 2008

Mengenal Allah oleh K’ Maya

Siapakah Allah itu?

  1. Allah adalah satu-satunya penebus (Yesaya 43)
  2. Allah adalah satu-satuNya Allah (Yesaya 45:5-7)
  3. Allah yang ditakuti, Lukas 12:5 : “Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang kedalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata, takutilah Dia!”

Tetapi apa yang dilakukan oleh kita sebagai manusia?
Manusia memberontak kepada Allah bahkan tidak mengenal Allah (Yesaya 1:1-2)
Manusia mempersembahkan korban bakaran, tetapi Allah menginginkan manusia mempersembahkan dirinya dengan tetap menjaga kekudusan hidup dengan tidak melakukan kejahatan yang tidak sesuai kehendak Allah (Yesaya 1:10-17). Seperti juga yang tertulis dalam Roma 1:21-22: “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.”

Mengenal adalah proses yang terus-terusan. Mengenal dilakukan dengan mengamati, membutuhkan usaha, dan pada akhirnya mendapat pengetahuan.
Dalam seluruh aspek kehidupan kita, kita perlu mengenal sesuatu untuk memutuskan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Misalnya saja, sebelum memutuskan untuk masuk Fasilkom, kita mengenal Fasilkom dulu, apa saja yang dipelajari di Fasilkom, dan peluang kerja seperti apa setelah lulus dari Fasilkom. Contoh lain, sebelum memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang, kita pelu mengenalnya lebih dahulu, sifat2nya, apa yang dia suka en yang ga disuka, dll, baru mengambil keputusan untukberpacaran dengannya.
Proses pengenalan itu sendiri tidak berhenti setelah kita mengambil keputusan, proses pengenalan itu terus berlanjut selama kita menjalaninya.

Nah, ilustrasi inilah yang menggambarkan bagaimana kita seharusnya mengenal Allah, bahwa disaat kita memutuskan untuk dekat pada Allah, kita masuk dalam proses untuk terus mengenalNya. Tetapi keadaan terjadi sebaliknya, kita malah lebih sering menuntut Allah untuk mengenal kebutuhan kita, padahal kita tidak mau berusaha untuk mengenal Allah.

Pada saat kita memiliki hati yang takut akan Tuhan, perasaan itu membuat kita selalu ingin dekat denganNya. Dan ketika kita dekat padaNya dan semakin kita mengenalNya, kita semakin mengenal siapa diri kita. Kita mengerti bahwa Allah adalah Allah yang kudus dan kita adalah manusia berdosa yang sungguh tidak layak, tetapi Allah yang penuh Kasih itu melayakkan kita menjadi anak-anakNya.

Allah adalah Allah yang kudus, dan pada saat kita dekat denganNya, kita kecipratan sifat-sifatNya.

Jadi, apakah kita telah benar-benar mengenalNya? Atau belum mengenalNya sama sekali? Mari, minta hikmat padaNya agar kita dimampukan untuk mengenal Allah yang sungguh luar biasa itu.

Tuhan memberkati kita semua🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s