Murder no more.

Bersyukur kepada Allah yang memberikan kita kehidupan!
Tapi kalau hanya hidup karena hari bukan karena arti, monyet juga hidup, coro juga hidup (tanpa bermaksud menghina salah satu ciptaan Allah).
Semua makhluk hidup, hidup bersama-sama. Saling berinteraksi dalam ekosistem sehingga menciptakan rantai makanan, simbiosis dan hal lainnya.
Lalu manusia harus hidup bagaimana biar tidak sama dengan monyet ataupun coro?

Allah memberikan manual untuk mengoperasikan hidup ini agar running secara optimal.
Pada jaman perjanjian lama, Allah memberikan manusia 10 hukum yang dituliskan pada 2 loh batu yang isinya adalah 10 poin penting dalam menjalin hubungan vertikal antara kita dan Allah dan hubungan horizontal antara aku dan kamu dan mereka.
Yah kira-kira begitulah bentuk manual tersebut pada mulanya sehingga sampai sekarang kita diberikan Allah manual yang lengkap yang kita sebut Alkitab.

Jika manusia melakukan manual tersebut dengan sungguh-sungguh, alhasil kehidupan manusia akan maksimal.

Dalam ibadah minggu (kemarin) diingatkan dengan sesuatu yang tidak baru. yaitu hukum ke-6

Jangan membunuh. (KELUARAN 20:13)

Jika yang Allah maksudkan adalah menghabisi nyawa seseorang, maka gw sudah termasuk lulus karena belum pernah membunuh orang lain.
Tetapi menghabisi nyawa orang lain bukanlah satu-satunya cara membunuh.

Karena ketika Allah memberikan kita hidup, bukan hanya nyawa.
Tetapi coba bayangkan apabila kita diberikan Allah nyawa tanpa diperbolehkan untuk mencari dan membuat pilihan apalagi memutuskan sesuatu. Punya nyawa tapi tidak punya kemampuan mencari pasangan nyawa sendiri.

IMO, nyawa adalah main thread dari hidup.
Dalam artian bahwa jika nyawa ini mati (exit), maka seluruh atribut kehidupan pun mati.
Jika hidup gw ini diibaratkan sebuah thread yang sedang berjalan (hidupku.exe) , maka dengan memanggil fungsi kill, hidup pun berakhir (exit).
Tapi dengan menutup semua akses sehingga thread ini tidak berguna, maka lebih baik thread itu mati.
AHAHA lucu juga mengibaratkan hidup ini sebagai sebuah thread ;p

Ada cara lain untuk mengambil alih kehidupan orang lain?
Pernah dengar istilah character assassination?
Melakukan pembunuhan karakter juga termasuk melanggar hukum ke-6.
Meniadakan hak dan kebebasan orang lain adalah juga pembunuhan yang dimaksudkan dalam hukum ke-6.
Karena dengan membunuh karakter, meniadakan hak dan mengatur kebebasan orang lain. sama saja dengan mengambil alih kehidupannya.
(jadi kurang suka dengan istilah managing people, mungkin lebih baik managing relationship)

Bunuh diri juga melanggar hukum ke-6
Berhentilah membunuh diri sendiri dengan berbagai macam penghakiman.
Hargailah hidup yang Allah telah anugerahkan dan operasikanlah hidup kita secara maksimal dengan membaca manual yang ia berikan dan manual itu kita sebut Alkitab. Mari membaca Alkitab, stop bunuh diri.

4 thoughts on “Murder no more.

  1. @anwarchandra

    (OOT-mode) kalo hidup ini thread, bisa multi-threading gak?

    (Serius-mode)

    Berhentilah membunuh diri sendiri dengan berbagai macam penghakiman.

    G setuju bgt ama bagian ini🙂

  2. [joke mode]
    kok koro banyak disinggung2 ya…!? trus, dibedakan dengan manusia lagi..:mrgreen:

    [serius mode]

    Tapi dengan menutup semua akses sehingga thread ini tidak berguna, maka lebih baik thread itu mati.

    Stuju. Hidup harus berguna, yaitu dengan hidup sesuai kehendak Tuhan, untuk memuliakan DIA…..

    nice post….

  3. Pertamax berkunjung kesini. Salam kenal ma yang punya blog🙂

    Hm… Membunuh diri sendiri dengan berbagai macam penghakiman? Nggak ngeh aku dengan maksud kalimat itu.

    Nggak ada penjelasan dan nggak ngerti aku maksudnya. Mohon pencerahan bro. Jarang baca Alkitab soalnya🙂

  4. @Adieska
    Saya berikan contoh yang paling sering saya temukan dan alami.
    Yaitu seringkali kan kita menuduh diri kita sendiri dengan pernyataan bodoh, terutama pada saat kita mengalami suatu kegagalan. Akhirnya, sebelum kita memulai perjuangan berikutnya, kita sudah menakarkan kemampuan kita dan target kita begitu rendah sesuai dengan apa yang orang bodoh. Dengan kata lain, kita sudah terperangkap dengan penilaian kita sendiri.
    Itu yang saya maksud ‘penghakiman’

    terima kasih sudah berkunjung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s