Pelayan yang sejati

Pembinaan training MC dan pemusik @FIK, tanggal o1 Maret 08, Oleh k’ Erlyn

Allah tidak berkenan hadir dalam satu ibadah jika para pelayannya tidak memiliki hati yang sungguh-sungguh dalam melayani jemaat dan Allah.
Ibadah adalah orang percaya yang berkumpul bersama untuk menyembah Allah. Jadi, jika main-main dan tidak fokus, itu tidak benar.

Kisah para rasul 2:46= Dengan bertekun dan sehati mereka berkumpul tiap2 hari dalam bait Allah. Mereka memcahkan roti dirumah masing2 secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.
ibadah yang berkualitas adalah dimana dalam ibadah tersebut ada perjumpaan antara manusia dengan Allah. Tetapi tidak menutup kemungkinan kehadiran Allah dalam pelayanan yang buruk karena itu adalah kehendak Allah.

Untuk menciptakan ibadah yang berkualitas diperlukan:
1. Pelayan-pelayan sejati, yaitu pelayan yang mengerti arti pelayanannya dan dia adalah hamba Tuhan
2. Liturgi. Susunan acara dan alur ibadah dibuat oleh MC dengan menyesuaikannya pada tema. Dan pemilihan lagu juga bergantung pada tema. Pemusik berperan dalam menghidupkan ibadah dengan permainan musiknya.

MC dan pemusik harus dapat menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Dengan melakukan bagiannya dengan baik dan melakukannya dengan seminim mungkin kesalahan. Walaupun pilihan tema yang dilakukan oleh sie acaranya bagus, tetapi ibadahnya bisa jadi “melempem” kalo pelayannya ga bener.. Pelayannya adalah pelayan yang berkenan dihadapan Tuhan. Bukan hanya hidup dalam keadaan baik saat pelayanan saja, tetapi seluruh dan tiap hari kehidupannya adalah baik.
Aspek penting dalam melayani:

  • Pelayan ditentukan oleh iman percaya.

Yaitu orang yang meneriman Yesus sebagai Juruselamatnya. Jika pada saat keadaan iman lagi labil,, ditawarkan pelayanan, lebih baik ditunda dulu dan perbaiki keadaan hati… karena iman juga, disaat kamu memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan ditawarkan pelayanan, maka layanilah karena tidak ada yang perlu terlalu dipikirkan, inilah saatnya kamu melayani Tuhan dan sesamamu,,

  • Hati seorang pelayan.

Berkaitan dengan sikap hati. 1 Samuel 16:7b= Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Allah melihat hati yang sungguh dan tulus.

  • Karakter pelayan.

Bilangan 12:1-8 mengenai Miryam dan Harun yang mengatai Musa karena perempuan Kush yang diambilnya. Lalu Tuhan mendengar hal itu dan Ia bertindak untuk membela Musa. Dalam ayat 3=adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang ada dimuka bumi ini. Karakter Musa itulah yang membuat Tuhan sangat mengasihinya. Seorang pelayan juga diminta memliki karakter yang lembut hatinya, setia, bukan seorang yang suka marah atau mengatai orang lain.

Selain Musa, Tuhan Yesuspun adalah teladan kita, tertulis pada Filipi 2:6-8= yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Seorang pelayan jangan sombong untuk menutupi kelemahan. Misalnya, saat ditanya tentang saat teduh, mengatakan baik padahal itu tidak benar. dalam melakukan latihan untuk persiapan disitu lah terjalin kerjasama dalam kasih.

  • Motivasi melayani.

Seorang pelayan harus memiliki motivasi yang benar. Jangan karena ingin mendapatkan sesuatu yang dari manusia, pujian, pergaulan, pacar mungkin. Jangan sekali-kali seperti itu. yang seharusnya menjadi motivasi dari para pelayan Tuhan adalah, saya mau muau melayani karena saya telah diselamatkan oleh Tuhan (utama). Kalo kita dekat dengan Tuhan, maka tidak perlu waktu lama untuk bergumul menjadi pelayan Tuhan. Mazmur 27:4= Satu hal telah kuminta pada Tuhan, itulah yang kuingini: diam dirumah Tuhan seumur hidupku menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya.

  • Mengerti dengan benar visi/tujuan dari Allah.

Yaitu apa yang Allah kehendaki kita lakukan dalam hidup kita bagi kemuliaan namaNya.

Persiapan dengan sebaik mungkin untuk memuliakan Tuhan. Dalam 1 Tawarikh 25:1-7 tentang nyanyian kepada Allah oleh anak2 Asaf, Heman, Yedutum yang dipersiapkan dengan baik.

  • Memiliki buah dari hidupnya.

Matius 7:21-23 bahwa orang yang masuk surga adalah orang yang melakukan kehendak Bapa.

Mari melayani Tuhan dengan segenap hati, tidak dengan main-main agar Tuhan berkenan hadir dalam setiap persekutuan kita.
Dengan demikian, kumpulan ibadah yang berkualitas dapat menghasilkan pertumbuhan iman jemaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s