Pemimpin yang Alkitabiah

Saat ini PO Fasilkom sedang memasuki masa regenerasi pengurus. PO Fasilkom sedang pada tahap pergantian pengurus dari pengurus yang lama ke pengurus yang baru. Lalu, kenapa judul postingan ini adalah “Pemimpin yang Alkitabiah”? Karena, pengurus PMK adalah pemimpin jemaat Tuhan (jemaat PMK) dan orang-orang yang memimpin jemaat Tuhan haruslah sesuai dengan kehendak Tuhan. Dari mana kita tahu kehendak Tuhan kalau bukan dari Alkitab. Karena itulah yang menjadi pengurus PMK harus melalui proses yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Proses yang seperti bagaimana yang sesuai dengan kehendak Tuhan? Saya akan membahas sedikit di sini, tapi mungkin ini tidak terlalu mendalam karena saya sendiri juga masih perlu banyak belajar mengerti kehendak Tuhan.😀

Kriteria yang pertama dan paling utama, pemimpin umat Allah haruslah dipilih oleh Allah. Dapat kita lihat dalam Alkitab bahwa setiap pemimpin umat Allah adalah orang yang ditunjuk oleh Allah sendiri. Dalam cerita sejarah umat Israel, pemimpin mereka dari zaman kepemimpinan oleh nabi, berganti ke hakim-hakim, hingga ke sistem kerajaan, orang-orang yang menjadi pemimpin bangsa Israel adalah orang-orang yang ditunjuk oleh Allah sendiri (Musa, Yosua, Samuel, Daud, dll). Pada masa perjanjian baru pun, kita dapat melihat bahwa orang-orang yang kemudian menjadi rasul yang menjadi pemimpin jemaat adalah orang-orang yang dipilih sendiri oleh Tuhan Yesus, bahkan rasul Paulus yang bukan termasuk dalam murid-murid yang dipilih oleh Tuhan Yesus dipilih sendiri oleh Tuhan. Jadi, Alkitab dengan jelas ingin menyatakan bahwa pemimpin jemaat haruslah orang yang dipilih Tuhan.

Kriteria yang kedua, sebelum menjadi pemimpin semua pemimpin jemaat harus melalui proses pembinaan oleh Allah. Beberapa contoh: Musa dibina Tuhan di Midian selama 40 tahun sebelum memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Yosua dibina Tuhan dengan menjadi pengikut Musa sebelum memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan, Daud dibina Tuhan dengan cara menjadi pemain kecapi untuk Saul sebelum menggantikan Saul, murid-murid Tuhan Yesus menjalani pembinaan selama 3,5 tahun sebelum memberitakan Injil dan menjadi pemimpin jemaat, bahkan Tuhan Yesus sendiri harus menunggu 30 tahun sebelum melayani. Alkitab dengan jelas menyatakan juga bahwa setiap pemimpin dan bukan hanya pemimpin jemaat, setiap orang juga karena semua orang adalah pemimpin minimal bagi dirinya sendiri (selain dipimpin oleh Roh Kudus tentunya) harus melalui proses pembinaan oleh Tuhan.

Kriteria ketiga dan yang terakhir yang akan saya bahas (bukan berarti hanya ada tiga kriteria, saya hanya membahas tiga. Saya tidak tahu jika ada yang lain, tapi menurut saya tiga ini yang penting untuk dibahas) adalah implikasi dari kriteria pertama. Kriteria pertama, pemimpin adalah yang ditunjuk Tuhan. Bagaimana menentukan bahwa seseorang itu merupakan orang yang ditunjuk Tuhan? Caranya dengan pemimpin sebelumnya menggumulkan orang itu, karena kita yakin bahwa pemimpin jemaat adalah pilihan Tuhan, maka orang yang memimpin tentu saja tahu kehendak Tuhan. Karena tahu kehendak Tuhan, maka pemimpin sebelumnya yang berhak dan berkewajiban untuk meregenerasikan pemimpin berikutnya.

Semoga pembahasan ini bisa membuka wawasan pembaca mengenai pemimpin jemaat Tuhan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Amin.

~GBU All  :D

One thought on “Pemimpin yang Alkitabiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s