Sebuah Dialog

Disadur dari [Katanya sih] Kisah Nyata;
Suatu hari di sebuah seminar yang dibawakan oleh seorang pendeta asal luar negeri yang terkenal terjadi sebuah dialog yang menarik waktu sesi tanya jawab:

Ibu Penanya (IP) : Pak, bagaimana cara praktis untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita?

Pendeta (P) : Berdoa dan Berpuasa bu.

IP : Berapa lama pak?

(Sampai disini pak Pendetanya kelihatannya mulai bercanda. Pertanyaan yang diajukan ibu ini pragmatis sekali, langsung nanya jangka waktu berpuasanya).

P : 10 hari bu.

IP : Kalo sepuluh hari belum tahu kehendak Allah?

P : Ya, tambah lagi 10 hari lagi

IP : Kalo belum dapet juga?

P : Tambah lagi 10 hari lagi

IP : Kalo belum juga?

P : Sederhana bu, tambah 10 hari lagi

IP : Wah, mati dong pak lama-lama

P : Begini ya Bu, lebih baik mati daripada tidak tahu apa rencana Allah dalam hidup kita.

Maksud dari dialog ini jangan diartikan harafiah harus berpuasa puluhan hari. Maksud dari dialog ini cukup jelas, mari cari tahu kehendak Allah dalam kehidupan kita, karena tanpa mengetahui kehendakNya, hidup ini jadi tak bertujuan lagi.

Life is purposeless without God.
Amen.

5 thoughts on “Sebuah Dialog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s