Siapa Saya?


Siapa Saya

----------------

PJ 13 OKt 2006

diadaptasikan dari kotbah kak Maya
Bacaan:

-------

Kejadian 1 :26-28


1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut

gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan

burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas

segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut

gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya

mereka.

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:

"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas

segala binatang yang merayap di bumi."


Efesus 4:17-18


4:17. Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:

Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah

dengan pikirannya yang sia-sia

4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan

Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan

hati mereka.


----------------------------------------------------------------------


Pernah gak sih mikirin siapa diri kita sebenarnya? Kenapa saya orangnya

begini? Emang sebenernya saya orangnya kayak gimana sih?


Sebagian orang mungkin pernah memikirkan hal ini dan jadi makin

bingung. Sebagian lagi mungkin sedang terus berusaha mengenal dirinya.

Sebagian sisanya mungkin malah kagak peduli dengan hal ini.


Kata alkitab, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan

akal budi kita. Kalo kata orang yahudi zaman dulu, hati itu bukan cuma

menyangkut perasaan tapi juga kemauan dan pikiran. Jadi kita harus

mengasihi Tuhan dengan pikiran dan kemauan kita juga. Kita harus mengasihi

Tuhan dengan kesadaran siapa kita sebenarnya.


Terus gimana donk supaya kita bisa tau siapa kita sebenarnya?

Ada istilah keren yang bisa ngejelasin gimana kita bisa mengenal diri

kita dengan benar, namanya Duplex Cognitio Dei. Artinya mengenal Allah

berarti mengenal diri sendiri. Jadi semakin kita mengenal Allah maka

kita semakin mengenal diri kita sendiri.


Kita kan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, so Allah donk yang

paling tau siapa kita. Shalom dalam bahasa Ibrani artinya damai

sejahtera. Kita bisa merasakan damai sejahtera kalo kita berada di posisi yang

bener, yang sesuai dengan yang Allah mau, yaitu sebagai ciptaan,

ciptaan yang tunduk sama penciptanya.


Selain itu, kita juga musti tanya sama Allah, buat apa sih kita

diciptakan? Ternyata jawabannya ada di Alkitab! Buka deh Yesaya 43:17.Di situ

Allah bilang bahwa Dia menciptakan kita utnuk kemuliaanNya. Artinya

semua ciptaan Allah itu seharusnya menyatakan kemuliaan Allah. Seorang

tokoh merumuskan tujuan hidup kita dalam satu kalimat yaitu kita

diciptakan untuk menyembah Tuhan dan menikmati Dia selamanya.


Tapi zaman sekarang, manusia malah banyak yang lebih mikirin dirinya

sendiri. Segala sesuatu enggak lagi berpusat kepada Allah sang pencipta,

tapi malah berpusat pada manusia. Istilah kerennya humanisme.


Tapi jangan salah, humnisme itu sebetulnya udah ada dari zaman dulu

lho. Tau gak sih siapa humanist yang pertama? Ular! Kalo ga percaya, liat

deh di Kejadian 3:4-5. Di situ keliatan bahwa ular sedang menghasut

manusia supaya mikirin dirinya sendiri aja biar jadi kayak Allah, tau

tentang yang baik dan jahat, dan ga mikirin kehendak Allah lagi. Padahal

kita semua tau kan kehendak Allah itu selalu yang terbaik buat kita. So,

rugi bener yah kalo manusia tuh mikirin dirinya sendiri.


Kita kan diciptakan seperti Allah tapi bukan berarti kita ga bisa

dibedakan dengan Allah lho. Manusia bisa dibedakan dengan Allah tapi puji

Tuhan, kita ga bisa dipisahkan dengan Allah.


Keren banget ga sih manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa

Allah. Perfect banget gitu lho. Anehnya manusia itu malah sering ga puas

dengan dirinya sendiri dan pengen jadi kayak orang lain. Kalo kata

peribahasa rumput tetangga selalu keliatan lebih ijo dari pada rumput

sendiri.


Tapi bagi Allah, setiap manusia itu begitu indah dan mulia lho. Allah

bikin setiap manusia kan ga pake cetakan kayak baju kodian tapi Dia

bikin setiap kita itu bener-bener spesial. Dia itu kenal banget setiap hal

dalam diri kita. Allah kita emang dahsyat!


Jadi ngapain lagi puyeng-puyeng bandingin diri kita dengan orang lain

kalo kita udah tau bahwa kita masing-masing adalah manusia yang terbaik

yang Allah ciptakan menurut gambar dan rupaNya.


Terbukti kan semakin kita mengenal Allah, gimana Allah memandang kita,

semakin kita bisa mengenal diri kita sendiri. Semakin kita mengenal

Allah, citra diri kita juga dipulihkan dan kita akan semakin menyerupai

Kristus. Tapi inget, kagak bisa instant kayak mie rebus.

Allah juga membentuk karakter kita melalui situasi-situasi yang terjadi

dalam hidup kita. Misalnya Yusuf, dia itu pinter banget manajemen sampe

mesir ga kelaperan waktu bencana datang. Tapi dia ga pinter dalem

sehari lho. Dari masih muda, 17 taon, aja dia udah biasa menggembalakan

domba dan mengatur rumahnya. Terus waktu di rumah potifar dia jadi kepala

pengatur rumah. Terus di penjara juga dia ngurusin tahanan padahal dia

sendiri tahanan. Yusuf tabah banget yah melewati semua proses itu. Kita

musti belajar banyak nih sama tokoh-tokoh alkitab kayak Yusuf.


Kita juga harus memperluas wawasan kita supaya bakat dan minat kita.

Terus kita bisa mengembangkan bakat dan minat tersebut untuk kemuliaan

Tuhan. Emang kalo segala sesuatu yang kita lakukan untuk memuliakan

Tuhan, maka kita bakal bisa menikmati Tuhan.


Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:

Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s