Impact Generation

Ringkasan PJ 23 Februari 2007

Holaa,pa kabar semuanya?baik2 smua kan?yaah,meski tugas2 uda mulai nongol en ada juga yang menghadapi kuis2,bersyukur aja kita masih punya kesempatan buat belajar.bagi yang merasa kurang puas,santai aja,kuis2 en tugas2 yang lain masih bejibun di minggu-minggu berikutnya :p.

hm..tema PJ kita kali ini ‘Generasi yang memberi dampak’. Wah,dampak yang kaya gimana nih?naah,penasaran kan?kalo gitu baca ringkasan khotbah dari k’desmon pas jumat lalu(desmon,bukan desmond,ga pake d di belakangnya).

Pertama-tama,kenapa kita harus memberi pengaruh? coba baca I Petrus 1 : 18-19. Coba dibaca loh,jangan cuma baca dari blog doang. Kita harus memberi pengaruh karena hidup kita sudah tidak sama dengan hidup kita yang terdahulu, kita sudah menjadi ciptaan baru oleh karena kita sudah ditebus oleh darah Anak Domba.Selain itu kita sebagai seorang Kristen juga berfungsi sebagai garam dan terang dunia (Mat 5 : 16). Orang bukan Kristen bisa memberi dampak baik (contoh kasus yang dibicarakan oleh k’desmon adalah seorang duta besar yang entah Kristen atau bukan.memberi tempat tinggalnya sebagai tempat pengungsian), bagaimana dengan anda sendiri sebagai orang Kristen?

Hidup kita adalah kitab-kitab yang terbuka,yang bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain (2 Korintus 3 : 2-3).Sebagai kitab yang terbuka, berhati-hatilah supaya kita jangan sampai menjadi batu sandungan bagi orang lain sehingga mereka tidak mau/ tidak sampai mengenal Kristus, melainkan biarlah orang-orang memuliakan Tuhan oleh karena sikap & prilaku kita.

Pergaulan kita juga memberi dampak pada diri kita sendiri loh,contohnya kalau kita sering-sering bergaul dengan orang-orang yang suka humor seperti anthony steven, maka kita sedikit banyak juga bisa menceritakan humor. Dalam pergaulan,kebiasaan-kebiasaan kita menjadi ‘mata’ bagi kita.Coba baca Amsal 13 : 20 en Amsal 22 : 24.

Jadi,apa yang kita butuhkan dalam pergaulan? ada 2 point yang perlu kita perhatikan.
1. Firman Allah
Dengan Firman Allah kita bisa ‘membentengi’ diri kita dari ajaran-ajaran yang tidak benar/tidak sesuai dengan Firman Allah
2. Komunitas
Pergaulan kita jangan dibatasi pada orang-orang yang mengenal Allah saja,tetapi juga pada orang-orang yang tidak mengenal Allah. Janganlah kita menjadi komunitas eksklusif,bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Allah bisa mengenalNya kalau tidak melalui kita? Contoh komunitas yang baik dalam Alkitab adalah komunitas jemaat mula-mula.Komunitas ini menarik bagi orang-orang yang belum mengenal Allah.Komunitas kita juga harus mencontoh hal ini.

Namun dalam pergaulan kita juga harus sanggup menjaga diri. Salah satu contoh kejatuhan dalam pergaulan dalam Alkitab adalah raja Salomo.Dia mengambil 1000 wanita sebagai istrinya. Di akhir hidupnya, hati Salomo lebih terpikat pada istri-istrinya daripada kepada Tuhan dan hal tersebut membawanya kepada penyembahan berhala.

Contoh pergaulan yang menjaga diri di Alkitab adalah Tuhan Yesus. Di dalam Matius 11:19,dikatakan bahwa Yesus adalah sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Perlu diingat pemungut cukai pada jaman itu adalah profesi yang sangat dibenci orang-orang,karena pekerjaan mereka hanya memeras.

Hendaknya pula di hidup kita memiliki integritas yang teruji dekat dengan Allah.Orang-orang yang belum mengenal Allah jauh lebih tertarik pada kata-kata dan sikap kita,bukan karena ajaran/mekanisme keagamaan kita(I Petrus 2 : 12). Beberapa contoh Alkitab tentang integritas hidup dekat dengan Allah:
1. Daniel yang menolak makanan raja sebab makanan itu menajiskan
2. Sadrakh,Mesakh dan Abednego yang menolak menyembah patung raja,meski resikonya dimasukkan ke dalam dapur api.
3.Paulus yang menjadi teladan, ia melayani dan menyatakan bahwa hidupnya bisa dipertanggungjawabkan.

Hal lain yang penting dalam pergaulan adalah keserupaan dengan Kristus. Beberapa hal yang bisa kita lihat dari Kristus antara lain:
1. Mengembangkan kasih.
Ingatlah bahwa hidup kita terbuka lebar sehingga bisa dilihat oleh orang lain, dan biarlah kita mengembangkan kasih bagi orang-orang lain.
2. Kerendahan hati
Milikilah sikap seorang murid,yakni sikap selalu mendengar dan lambat untuk berkata-kata.
3. Perhatikan hal-hal kecil
Memberi perhatian dalam hal-hal yang tampaknya sepele juga penting.Contoh: menyapa orang ketika bertemu di jalan.
4. Kembangkanlah sikap melayani,bukan dilayani
Prinsip Kerajaan Surga di mana orang-orang yang semakin tinggi posisinya adalah orang-orang yang mau melayani,bukan dilayani.

Well, sesudah membaca hal-hal tersebut di atas, bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari?Bagaimana menerapkannya dalam perkuliahan kita?bagaimana hidup kita sebagai orang Kristen, apakah sudah memberi dampak bagi sekitar kita?

Ingatlah bahwa hidup kita adalah kitab-kitab yang terbuka

Gbu all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s