HPDT

Persekutuan Jumat

Tanggal : 22 September 2006

Tema : Hubungan Pribadi dengan Tuhan

Bahan : Lukas 10:38-42

Pembicara : Kak Febian

Manusia pada umumnya melakukan banyak hal dan pekerjaan dalam kehidupannya. Akan tetapi, dari jumlah yang banyak itu, manusia sering meninggalkan atau melupakan hal yang esensi dalam kehidupannya sebagai manusia yang mengenal Allah. Hal yang esensi dalam kehidupan dan sering banyak dilupakan manusia adalah bagaimana hubungan pribadi mereka dengan Tuhan. Hal ini dibuktikan dari survey tentang pertanyaan,”Jika kita berhadapan dengan Tuhan, apa yang paling membuat kita malu?”. Berdasarkan hasil survey, kebanyakan responden menyatakan bahwa mereka malu karena HPDT-nya. HPDT ini bisa dilakukan melalui berbagai macam cara. Cara yang sering dilakukan adalah melalui saat teduh.

Lukas 10:38-42 menceritakan tentang perbedaan sikap bagaimana Maria dan Marta menyambut kedatangan Tuhan Yesus dan rombongannya. Marta melakukan penyambutan dengan baik. Dia melakukan penyambutan berdasarkan adat-istiadat yaitu mempersiapkan banyak hal untuk menjamu tamu-tamunya. Lain halnya dengan Maria, ia malah duduk di dekat kaki Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Akan tetapi, menurut Tuhan Yesus, apa yang dilakukan Maria adalah yang terbaik. Mengapa Yesus menganggapnya terbaik?

<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>karena hal seperti itu adalah hal yang jarang terjadi atau bahkan mungkin hanya satu kali terjadi di daerah tersebut sehingga kejadian tersebut adalah sesuatu yang istimewa dan sangat disayangkan apabila maksud kedatangan Yesus di daerah tersebut, yaitu untuk mengajar, disia-siakan begitu saja dengan memikirkan sesuatu yang lain yang kurang penting.

<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Karena hal tersebut merupakan hal yang paling esensi dalam kehidupan bangsa Israel sehingga hal tersebut juga merupakan hal yang esensi untuk kita.

Di dalam menjalani kehidupan, kita harus hidup di dalam Allah yaitu berjalan bersama Allah terus serta berelasi dengan-Nya. Allah menciptakan manusia untuk berelasi dengan-Nya. Ketika kita memiliki relasi dengan Allah, ketika itulah kita disebut sebagai murid Kristus. Buah dari relasi dengan Tuhan antara lain menjalankan pelayanan, kita hadir dalam persekutuan, gereja, dll. Contoh manusia yang mempunyai relasi yang erat dengan Allah yaitu Daniel. Ia menunjukkan imannya dengan tetap berdoa kepada Allah meskipun ada larangan tidak boleh menyembah kepada yang lain.

Kita hendaknya menyediakan waktu yang khusus untuk HPDT, jangan memakai waktu sisa. HPDT jangan terbatas pada waktu-waktu tertentu, tetapi harus dari waktu ke waktu. Konsep yang cukup menarik untuk diterapkan yaitu AWG (along with God) yaitu retreat pribadi yang khusus digunakan untuk melakukan HPDT. Tingkatkan waktu untuk melakukan saat teduh. Saat teduh yang paling penting bukan untuk “mendapatkan apa” tapi lebih kepada bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan. Melalui saat teduh, relasi kita dengan Tuhan akan semakin bertambah kuat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s