Eksposisi Doa Bapa Kami

PJ 17 November

Ya…PJ hari ini berbeda loh dr biasanya, krn ada pertukaran pelayan Fasilkom-Psikologi, jadi td kita dilayani oleh saudara/i kita dr Psiko, plus pake keyboard hehehe senangnya..
(ps: lebih senang lagi yg ikut pj di psiko, dpt majalah GetFresh! gratis huhuhu ngiri nih..)

Tema PJ di Fasilkom : Eksposisi Doa Bapa Kami
pembicara : Kak Diana Ruth

Mat 6:7-15
Sebelum Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kpd murid-muridNya, Ia menegur kemunafikan orang yang berdoa di pinggir jalan supaya dilihat orang, dan dengan bertele-tele seolah-olah Allah tidak tahu apa yang kita butuhkan. Teguran ini terutama kepada orang Farisi (para pemimpin agama).

“Kapan terakhir kali kita berdoa dengan sungguh-sungguh?”
Doa bukan kepentingan Allah, tapi kepentingan kita. Untuk apa kita perlu berdoa? karena doa menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah. Seberapa besar ketergantungan itu ditunjukkan melalui doa. Apa yang menjadi ketergantungan kita ? Uang, HP, teman, orang tua, pacar, TV, atau jangan-jangan kuliah ? “I can’t live without you” merupakan suatu ungkapan kebergantungan penuh, kepada apa atau kepada siapa kita katakan hal itu?

Jadi, kita tidak bisa hidup tanpa doa jika memang kita bergantung kepada Allah dan menjadikan Dia benar-benar sebagai Tuhan dalam hidup kita. Doa=hidup, hidup=doa. Doa berarti mengakui kedaulatan Allah atas hidup kita.

Doa Bapa kami adalah doa yang Yesus ajarkan ketika murid-muridNya meminta untuk diajari berdoa. Doa ini menjadi pattern / kerangka dari doa yang kita naikkan. Sebuah doa yang sangat agung….
Khotbah kali ini tidak sempat membahas semua unsur dari doa Bapa Kami karena waktu yang terbatas, tapi hanya membahas 4 prinsip yang pertama.

1. Bapa kami yang di surga, …..
Panggilan Bapa kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi bukanlah panggilan yang sembarang dan asal-asalan saja. Untuk dapat memanggilNya Bapa, bayarannya adalah DARAH Kristus di kayu salib yang menebus kita dan mengangkat kita menjadi anak-anakNya.
kenapa Bapa Kami, bukan Bapa saya atau Bapa ku, atau Babe Gue….?
karena ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, selain diangkat menjadi anak-anak Allah, kita juga dipersatukan di dalam tubuh Kristus, yang tidak lagi mementingkan diri sendiri, tetapi doa yang kita ucapkan haruslah memikirkan kepentingan tubuh Kristus.

2. ..dikuduskanlah namaMu,..
Nama sangat penting di mata Tuhan. Itu sebabnya Allah sendiri mengganti nama Abram menjadi Abraham, Yakub menjadi Israel, Saulus menjadi Paulus. (contoh, Yakub itu artinya penipu, jadi Allah ganti). Bagaimana nama Allah dimuliakan melalui hidup kita? Ada satu tanggung jawab yang kita ambil dengan mengatakan kalimat ‘dikuduskanlah namaMu’, bukan hanya sekedar mengagungkan Dia melalui kata-kata.

3. ..datanglah kerajaanMu,…
Kerajaan bukan bicara soal tempat, tapi wilayah kedaulatan. Ini berarti mengundang Allah sendiri yang memerintah dalam hidup kita, yang menjadi Raja atas hidup kita. Gereja adalah wakil kerajaan Allah di muka bumi.

4. ..jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.
Bagian diri kita yang paling sulit ditaklukkan (istilahnya kuda liar) adalah KEHENDAK / KEINGINAN. jadilah kehendakMu (Your will be DONE), bukan datanglah kehendakMu, berarti meminta bukan kehendakku yang jadi, tapi kehendakMu (seperti doa Yesus di taman getsemani). Ini berarti melakukan 3 hal yang Yesus minta dari orang percaya : sangkal diri, pikul salib, dan ikut Aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s