Arsip Penulis

h1

Sebuah era baru telah dimulai…

Maret 13, 2008

Yemima Aprilia, Adolf Pandapotan, dan Sadar Baskoro 2004 sudah menunaikan tugasnya sebagai Tim Inti periode 2007-2008 dengan sangat baik. Dedikasi, keringat, bahkan air mata mereka curahkan demi melaksanakan tugas mereka di PO, sungguh suatu teladan yang sangat membesarkan hati!

Yang lebih membesarkan hati, selepas dari kepemimpinan mereka, kini muncul para pemimpin baru yang juga punya dedikasi tidak kalah tinggi terhadap PO Fasilkom.

Refly Harold Hadiwijaya (Koordinator PO 2008-2009)

Yohanes Immanuel (Tim inti seksi acara)

Elisabeth Martha Koeanan (Tim inti seksi doper)

Semoga dalam era yang baru ini, mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, membawa dampak dan menjadi berkat bagi setiap jemaat maupun setiap warga dari Fasilkom UI.

God Bless…. :D

h1

Pengampunan Yang Memulihkan Dendam Berakar

Februari 27, 2008

Tekanan ekonomi dan kehadiran wanita lain membuat ayah Levi pergi dari rumah. Levi saat itu masih bayi dan belum mengerti apa-apa. Semenjak saat itu Levi bertumbuh tanpa kehadiran seorang ayah di hidupnya. Di masa kecilnya, saat Levie sudah mulai mengenal lingkungan di sekitarnya, pertanyaan seputar keberadaan ayahnya pun menjadi topik tetap yang selalu ditanyakannya kepada Marsih, ibunya. Namun Marsih selalu mengatakan kalau ayahnya sudah meninggal dan tidak akan kembali lagi.

“Mama dulu memang pernah bilang kalau papa itu dimakan buaya, tinggal di suatu pulau lain dan banyak kebohongan-kebohongan lain mengenai keberadaan papa,” ujar Levie memulai kesaksiannya.

Figur seorang ayah tidak pernah ada dalam benak Levie. Keluarga baginya hanyalah kakak dan Marsih, ibunya. Sampai suatu hari, Levie harus menerima kenyataan yang begitu melukai hatinya. Saat Marsih merasa usia Levie sudah cukup untuk mengerti masalah yang pernah terjadi antara Marsih dengan ayah Levie, Marsih pun membuka kebenaran itu kepada Levie. Kemarahan menguasai hati Levie saat itu juga karena Levie merasa demi wanita lain ayahnya tega meninggalkan ibu dan dirinya terlunta-lunta selama puluhan tahun.

Apa yang ditakuti Marsih menjadi kenyataan. Levie menjadi seorang pemabuk, pemakai ganja bahkan menjadi seorang penjual VCD porno. Di mata Levie, ayahnya adalah seorang yang tidak bertanggung jawab dan kurang ajar. Rasa pahit timbul sangat dalam di hati Levie sehingga Levie pun bertekad untuk membunuh ayahnya.

Rasa sayang Levie terhadap Marsih, ibunya tidak dapat membendung rasa benci yang dirasakannya. Sampai suatu ketika Marsih menerima kabar melalui telepon kalau ayah Levie saat ini sedang dirawat di Cipto. Marsih dan kakak ipar Levie segera pergi bermaksud mengunjungi ayahnya. Levie yang mendengar berita itu dari dalam kamar, segera berniat untuk menjalankan rencananya. Terbersit dalam benak Levie, inilah saat yang tepat untuk pembalasan dendam yang telah tersimpan selama 20 tahun.

Di rumah sakit, Levie seperti melihat kembali gambaran tentang ayahnya di masa lalu sebagai seorang ayah yang tidak bertanggung jawab, yang telah meninggalkan Levie, ibu dan saudara-saudaranya demi wanita lain. Di saat yang sama, Levie teringat kepada sebuah camp pria yang diikutinya beberapa bulan yang lalu. Levie teringat bagaimana perasaannya saat ia secara pribadi merasakan kehadiran Yesus di dalam hatinya. Bagaimana Yesus sangat mengasihinya dan tidak akan pernah meninggalkanya. Di saat genting itu, detik-detik terakhir menjelang pertemuan Levie dengan ayahnya untuk pertama kalinya, Levie memutuskan untuk mengampuni ayahnya.

Akhirnya Levie pun bertemu ayahnya untuk pertama kalinya. Kasih yang begitu besar melingkupi hati Levie. Levie telah mengalami kasih yang luar biasa itu sehingga ketika Levie melihat ayahnya yang terbaring di tempat tidur, tidak ada perasaan benci sama sekali yang pernah berakar di hatinya sampai menimbulkan keinginan untuk membunuh ayahnya. Yang ada malahan perasaan kasih yang semakin besar di dalam hati Levie untuk ayahnya. Awalnya yang menurut Levie bukan waktu yang tepat untuk bertemu ayahnya, ternyata merupakan waktu yang paling tepat dalam pertemuan pertama mereka.

Sejak Levie mengampuni ayahnya, Levie merasakan kemerdekaan dalam hatinya. Saat ini Levie telah memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya, bahkan dengan adik tirinya. Buat Levie, Tuhan Yesus adalah pribadi yang luar biasa dan IA telah menjadi ayah yang luar biasa bagi Levie.

“Saya merasakan sejuk, damai sejahtera dan sukacita. Yang tadinya bingung, kuatir, tapi saya selalu berusaha untuk tidak pernah mengeluh dan tidak menyalahkan suami saya,” ujar Marsih, ibunda Levie mengenai pemulihan atas keluarganya.

“Saya yang tadinya berpikir kalau Tuhan itu jahat, Tapi semenjak saya mendengar suara itu yang mengatakan kalau Ia mengasihi saya, hati saya itu menjadi hati yang tenang, jiwa saya pun tenang. Tuhan Yesus adalah pribadi yang luar biasa dan Dia yang menguatkan saya selalu setiap hari,” ujar Levie menutup kesaksiannya. (Kesaksian ini sudah ditayangkan 4 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Levie Marimda

 

source

h1

RPI 2007

September 11, 2007

Ah, udah lama rasanya gak posting sesuatu yang baru di blog PO tercinta ini.

Senangnya bisa RPI lagi! :) Betul-betul angkat topi dengan perjuangan para panitia yang bersusah-payah untuk mewujudkan RPI ini lagi. Untuk Yohanes sang ketua, Hansel sang Danus, Elsa, Refly, Yonathan, Suvi, Alex, Tuti, Laverdy, Roni (grrr…), dll, dsb, dst

Thanks ya semuanya! Meskipun harus deg-degan kejar deadline di kantor, dimarahin sama supervisor di gereja (yah, akibat salah gue sendiri), kehujanan, naek taksi bayar 20.000, diceburin ke lumpur (RONIIII!!!!! grrrr…), tapi betul-betul gak menyesal deh ikut RPI ini, betul-betul dapat berkat lahir batin. *amin*

Sesi-sesinya bagus-bagus, I hope reviewnya segera ada di blog ini ataupun forum ;) Ingin discuss minimal 2 jam lagi sama Ko Yadi sebenernya, hehehe.

Secara pribadi betul-betul dapet untuk mikirin setiap tindakan dan keputusan lebih dalam lagi. Untuk berbuat sesuatu yang menghasilkan kebaikan bagi bangsa ini, bagi apapun yang dipercayakan ke kita.

Gamesnya asik meskipun kalian tega-teganya menceburkan saya ini ke lumpur dosa, ckckck (RONIIIII grrr….) Anyway, betul-betul asik, kreatif, dan salut ama persiapannya.

Talent shownya juga asik. Ternyata kita semua pada kreatif ya… (Mau ngapain abis ini? *ya-bikin-puisi-aja* LOH?? ) hehe.

Anak-anak 2007 kelihatannya pada semangat ya, ya teruskan semangatnya dan tularkan pada yang gak ikut RPI 2007 ini juga yah. Buat tito, delvin (ato devlin? :) ), budiyanto, anto, Teo, Obet, dll, Sukses dalam kuliah dan pelayanannya. Rajin-rajin ikut KK dan jangan lupa sering-sering minta traktir ama PKK-nya ya terutama PKK yang bernama Refly (hya hya hya :D ).

*jadi-rindu-masa-masa-mahasiswa*
*masa-masa-ikut-pj-dulu*

h1

Akhirnya….

Juni 19, 2007

Akhirnya…..

Kemarin pada tanggal 18 Juni 2007. Kepengurusan PO Fasilkom yang baru terbentuk dengan Yemima Aprilia 2004 sebagai koordinator PO 2007-2008, Adolf Pandapotan 2004 sebagai tim inti seksi Kelompok kecil, dan Sadar Baskoro 2004 sebagai tim inti seksi Doa Pemerhati. Admin blog ini pun sekarang dipegang oleh saudara Baskoro.

Kita berdoa mereka menjadi tim yang solid dan kuat dalam menghadapi setiap tantangan di PO Fasilkom nantinya. Toh, meskipun Yohanes Pembaptis makan belalang (yang pahit) dia juga makan madu hutan (yang manis). Percayalah, pasti banyak saat-saat manis yang akan dinikmati.

Tuhan memberkati!

h1

Sebuah Dialog

April 29, 2007

Disadur dari [Katanya sih] Kisah Nyata;
Suatu hari di sebuah seminar yang dibawakan oleh seorang pendeta asal luar negeri yang terkenal terjadi sebuah dialog yang menarik waktu sesi tanya jawab:

Ibu Penanya (IP) : Pak, bagaimana cara praktis untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita?

Pendeta (P) : Berdoa dan Berpuasa bu.

IP : Berapa lama pak?

(Sampai disini pak Pendetanya kelihatannya mulai bercanda. Pertanyaan yang diajukan ibu ini pragmatis sekali, langsung nanya jangka waktu berpuasanya).

P : 10 hari bu.

IP : Kalo sepuluh hari belum tahu kehendak Allah?

P : Ya, tambah lagi 10 hari lagi

IP : Kalo belum dapet juga?

P : Tambah lagi 10 hari lagi

IP : Kalo belum juga?

P : Sederhana bu, tambah 10 hari lagi

IP : Wah, mati dong pak lama-lama

P : Begini ya Bu, lebih baik mati daripada tidak tahu apa rencana Allah dalam hidup kita.

Maksud dari dialog ini jangan diartikan harafiah harus berpuasa puluhan hari. Maksud dari dialog ini cukup jelas, mari cari tahu kehendak Allah dalam kehidupan kita, karena tanpa mengetahui kehendakNya, hidup ini jadi tak bertujuan lagi.

Life is purposeless without God.
Amen.

h1

PJ 27 April

April 27, 2007

Yup, tulisan ini fresh banget. Langsung ditulis selepas PJ.
Tapi tulisan ini bukan ringkasan PJ ya, ringkasan PJ akan segera ada di halaman “ringkasan PJ”.

Thanks kepada yang sudah melayani:

  • Jeremia (2004) –> Gitaris
  • Laverdy (2005) –> Gitaris juga
  • William (2006) –> Usher
  • Monchi (2006) –> Usher
  • Andra (2003) –> OHP
  • Ko Yadi (199X) –> Pembicara :-D

Membahas tentang teknologi, PJ diatas menimbulkan pertanyaan yang bersifat auto-kritik kepada diri sendiri. Apa selama ini saya menjadi tuan atas teknologi untuk kemuliaan Tuhan atau saya menjadi budak dari teknologi? Apa teknologi yang juga berarti buatan tangan itu menjadi berhala bagi saya?

Semoga kita bisa mengkritisi diri masing-masing dalam kebenaran Firman Tuhan.

h1

2:46

April 26, 2007

Yah, itulah waktu yang saya lihat waktu memulai postingan ini, sambil mendengarkan lagu-lagu yang keren dari True Worshippers Youth. Saya baru saja berhasil memindahkan ringkasan-ringkasan PJ dari blog PO yang lama ke blog yang baru ini. Letaknya ada di halaman “Ringkasan PJ”.

Kenapa sih pindah ke WP? Sebenernya sih alasan utamanya karena fitur pagingnya / fitur halamannya, sehingga hal-hal penting kayak ringkasan PJ atau doktrin-doktrin/pengajaran bisa diakses dengan mudah. Demikian juga pemilihan theme ini, soalnya theme ini bisa nampilin sub-page. Jadinya fotonya kepotong deh hehehe… Jangan lupa isi FriendBook ya…

Jujur aja, saya harusnya tegang nih. Waktu mulai nulis ini, sedang ada di lab 3310 (EALab), saya asma dan obatnya nggak bawa, alhasil gak bisa tidur deh. Padahal besok MC loh, aduh gak kebayang deh besok kayak gimana? God give me strength…..

Tapi, ya sudahlah, toh di hidup ini udah terlalu sering berada di situasi kayak gini. Kalau harus ngeliat ke belakang, rasanya cuman bisa geleng-geleng kepala sama garuk-garuk rambut, kok bisa ya saya melewati semua masa-masa itu?

Jadi inget cerita ada orang jalan di atas pasir dan ngelihat jejak kaki dia dan kaki Tuhan beriringan. Ceritanya kira-kira gini…. Satu waktu di saat perjalanannya sulit dia lihat jejak kakinya tinggal satu. Alhasil dia protes deh “Tuhan, di saat sulit kok Tuhan malah tinggalin saya sih?”. Lalu Tuhan menjawab “Eits jangan salah, justru di waktu-waktu seperti ini kamu saya gendong”.

Nah, akhirnya itu orang sadar, ternyata waktu jejak kakinya tinggal satu, ternyata itu jejak kaki Tuhan loh! Asik kan? Makna dari cerita ini cukup dalam, meskipun sempet mikir juga kok itu orang dalam cerita bisa-bisanya nanya kayak begitu, padahal kan jejak kaki Tuhan pasti keliatan bedanya, lebih gede kan? hehe…. Tapi intinya adalah Immanuel, Allah beserta kita.

Cuma sejauh doa kok, gak jauh. Indah ya Tuhan kita? So, starting now, bangun HPDT yang bagus ya… Bukan untuk keren-kerenan apalagi status sosial (????). Tapi karena anda mengasihi Tuhan. Tuhan mengasihi anda duluan lo. Iya lo. Seriusan.

OK, mau upload di halaman pengajaran nih.

Awesome God
for You alone my heart beats
Awesome God
For you are all that I need
Mighty God for You alone are worthy
O How Awesome Your name
Awesome God

True Worshipper Youth -> Awesome God

GBU All….

h1

First Post

April 26, 2007

Hidup harus dinamis, harus bisa melakukan perubahan. Karena itu, blog PO juga kami pindahkan kesini, semoga bisa lebih menjadi berkat.

Amin.