Archive for Maret 19, 2011

SAAT TEDUH

  25 Februari 2011

Yosua 1: 1-9

Perikop ini berisi tentang pesan dan janji-janji Tuhan kepada Yosua ketika Yosua baru saja diangkat menjadi pemimpin atas bangsa Israel menggantikan Musa.

Pesan-pesan Tuhan kepada Yosua :

  1. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Tuhan meminta Yosua untuk selalu teguh dan kuat dalam menanti penggenapan janji Tuhan (merebut tanah Kanaan)
  2. Perkatakan firman siang dan malam.

 

Kehidupan bangsa Israel saat dipimpin oleh Yosua (kehidupan berperang) juga dapat dianalogikan seperti kehidupan rohani kita saat ini. Saat ini kita sedang berperang melawan iblis. Brebeda dengan kebanyakan analofi yang ada selama ini (dan salah) yaitu memanfaatkan Tuhan hanya untuk menolong kita.

Efesus 6:10-20

Adapun perlengkapan yang dibutuhkan untuk berperang ialah :

  1. Peralatan untuk bertahan (defense) yaitu iman sebagai perisai.
  2. Perlatan untuk menyerang (attack) yaitu firmn Tuhan sebagai pedang roh.

    Firman Tuhan adalah senajata kita untuk menyerang iblis. Ingat, iblis juga jago firman Tuhan (mat 4:1-11), makanya kita juga harus lebih jago firman Tuhan dengan cara banyak membaca dan merenungkan firman Tuhan.

 

Begitu juga halnya dengan saat teduh, saat teduh berguna sebagai alat pertahanan (defense) dan sebagai media mempersiapkan senjata untuk berperang (attack).

DEFENSE

Senjata untuk bertahan ialah iman. Iman berguna untuk menyelamatkan dan bertumbuh dalam kerohanian.

Cara bertumbuh dalam kerohanian :

  • Percaya dengan iman
  • Dari firman Tuhan yang direnungkan siang dan malam. Direnungkan siang dan malam maksudnya ialah direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kerohanian yang bertumbuh dapat dilihat juga dari cara seseorang mendefinisikan sukses dengan benar. Sukses ialah mengetahui kehendak Tuhan dan berhasil menggenapinya. Bagaimana cara mengetahui kehendak Tuhan dalam kehidupan kita jika kita tidak pernah saat teduh???

Setan pun ketika ingin melakukan sesuatu tanya Tuhan dulu (kisah Ayub, iblis minta ijin kepada Tuhan ketika ingin mencobai Ayub). Bagimana dengan kita???

ATTACK

Di dalam saat teduh kita membaca dan merenungkan firman Tuhan. Hal ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi iblis. Selain itu, indikator lain dalam peperangan melawan iblis juga bisa dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita berhasil mempengaruhi lingkungan sekitar kita dengan firman yang kita baca dan renungkan.

PENDENGAR DAN PELAKU FIRMAN TUHAN



18 Februari 2011

Perikop Firman Tuhan : Yakobus 1: 19-27

Ketika kita ditipu oleh orang lain pasti kita akan merasa kecewa dan marah. Terlebih lagi jika ditipu oleh si iblis. Namun, bagaimana jika ditipu oleh diri sendiri? Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7: 21-23)

Kita menipu dengan diri kita sendiri dengan menyangka bahwa kita pasti diselamatkan meski cara hidup kita tidak sesuai dengan Firman Tuhan (tidak berkenan di hadapan Tuhan). Kerohanian yang berkenan di hadapan Tuhan ialah sikap yang sungguh-sungguh terhadap Firman Tuhan (tidak suam-suam kuku) karena adalah kejijikan bagi Tuhan jika kita suam-suam kuku (dimuntahkan). Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (Wahyu 3:16)

Mengapa kita harus hidup seturut Firman Tuhan? Karena firman Tuhan adalah benar (sumber kebenaran).

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. (Yoh 17:17)

Hidup yang berkenan sangat berhubungan dengan hubungan antara kita dengan Firman Tuhan. Hubungan antara kita dengan Firman Tuhan dapat dilihan dari sikap kita terhadap Firman Tuhan.

SIKAP YANG BENAR TERHADAP FIRMAN TUHAN

1.       Menerima firman Tuhan.

Mat 13 (Perumpamaan Serang Penabur)

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”  (Mat 13:23)

Menerima berarti mendengar dan mengerti. Sikap penerimaan akan Firman Tuhan menentukan seorang Kristen sejati atau tidak. Bukti kita menerima Firman Tuhan bias dilihat dari buahnya.

Ada 3 jenis buah:

-          Buah Perotbatan        : Buah ini bisa dilihat dari ada tidaknya perubahan sikap kita (tentunya dari buruk ke baik ya..) saat mengalami pertobatan.

-          Buah Roh                      : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Gal 5:22-23)

-          Buah Penginjilan         : Kesaksian kita. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. (1 Yoh 5:10)

Namun, yng Tuhan harapkan tidak hanya mendengar namun men-camkannya.

Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.(Markus 4:23-24)

Maksud men-camkan Firman Tuhan :

-          Menyeleksi apa yang didengar. Biarlah telinga kita sering dipakai untuk mendengarkan Firman Tuhan.

-          Haus akan Firman Tuhan selalu. (Yoh 7:37-39)

Empat cara men-camkan Firman Tuhan :

1.       Cepatlah untuk mendengar (Ibrani 6 :11)

2.       Bergairah untuk mendengar firman Tuhan (Maria dan Martha, menjadi seperti Maria)

3.       Terima Firman Tuhan dengan baik (Yoh 15:7)

4.       Buang segala kejahatan

 

2.       Jadilah pelaku Firman Tuhan

Karena Firman Tuhan memiliki otoritas untuk :

-          Menyelamatkan         : Dalam artian luas dapat diartikan menciptakan (dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, dll)

-          Memerdekakan

RINGKASAN PJ AWAL SEMESTER



11 Februari 2011

PJ pertama semester ini dibuka dengan games seru untuk saling mengakrabkan jemaat satu sama lain, mengingatkan pentingnya persekutuan, dan mencairkan suasana setelah liburan panjang. Adapun games yang dimainkan ialah :

1.      Number Boom

Jadi jemaat membentuk lingkaran, dan secara bergantian menyebut angka secara berurutan. Tapi, untuk setiap angka kelipatan dari angka yang ditentukan dan angka yang mengandung angka yang ditentukan, teman-teman harus menggantinya dengan menyebut kata “Boom”. Jika ada yang salah, dia harus keluar dari lingkaran dan ke tengah. Kemudian, permainan dilanjutkan lagi dengan mengulang dari angka 1 dan dengan angka yang berbeda.

Hal yang dapat kita pelajari dari games ini ialah :

“Kita kan harus selalu siap siaga tuh, kalau kita lengah sedikit aja, bisa-bisa kita salah sebut. Nah begitu juga dengan kehidupan perkuliahan kita. Walaupun semester ini baru dimulai, jangan samapai teman-teman lengah dan tidak waspada, bersantai-santai karena masih belum banyak tugas. Kita harus tetap siap siaga supaya ga menyesal pada akhirnya,” ungkap MC (Rina Akta).

2.   Sambung Kata

Permainan dimulai dengan seorang menyebut satu kata, kemudian orang berikutnya melanjutkan kata tersebut. Misalnya orang pertama menyebutkan “Saya”. Orang yang kedua harus menyebutkan “Saya makan”. Orang ketiga harus menyebutkan “Saya makan ikan”,dst

Hal yang dapat kita pelajari dari games ini ialah :

“Nah, kalau dari games kedua, kita kan harus memperhatikan dan mengingat apa yang dikatakan teman-teman sebelum kita supaya kita juga dapat membentuk kalimat yang baik dan benar. Begitu juga dengan keadaan persekutuan kita. Masing-masing individu ibarat sebuah kata, yang artinya mungkin kecil, tetapi kalau dipadukan dapat membentuk kalimat-kalimat yang mempunyai berbagai macam arti,” ungkap MC (Feraena Bibyna Ginting Manik).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.